Minggu, 28 Oktober 2018
Pilot Lion Air JT 610 Sempat Minta Kembali ke Bandara
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui jika Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak. Sebelum ini terjadi, kru pesawat sempat meminta kembali ke bandara (return to base) sebelum akhirnya hilang dari radar.
Pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA sampai saat ini telah hilang kontak selama kurang lebih 3 jam.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan Basarnas , Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610," jelas Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Sindu Rahayu dalam keterangannya, Senin (29/10/2018).
Dia menuturkan jika pesawat type B737-8 Max
20 Pegawai Kemenkeu Jadi Penumpang di Pesawat Lion Air yang Jatuh
Kasubdit Humas DJP Ani Natalia menyatakan, 12 orang pegawai tersebut berasal dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pangkal Pinang dan KPP Pratama Bangka.
"12 nama pegawai DJP yang diinfokan ada di pesawat Lion Air JT 610 adalah pegawai KPP Pratama Pangkal Pinang dan KPP Pratama Bangka," ujar dia di Jakarta, Senin (29/10/2018).
Selain dari DJP, pegawai
Kemenhub Buka Crisis Center di Bandara Soetta dan Depati Amir Pangkal Pinang
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Pramintohadi Soekarno membenarkan telah terjadi hilang kontak terhadap pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang.
Pesawat hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB pada posisi : 05 48.934 S 107 07.384 E dan Radial : 40.21 degree / 23.81 NM.
Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi. Awak pesawat terdiri dari 2 penerbang dan 5 awak kabin. PIC Capt Bhavve Suneja dan SIC Harvino.
Menurut Pramintohadi, pesawat mempunyai Certificate of registration issued 15/08/2018 expired 14/08/2021. Certificate of air worthiness issued 15/08/2018 expired 14/08/2019.
"Telah diterima informasi dari VTS Tanjung Priok atas nama bapak Suyadi, tug boat AS JAYA II (rute : Kalimantan Selatan - Marunda) melihat pesawat Lion Air diduga jatuh di sekitar Tanjung Karawang," ujar Pramintohadi, dalam keterangan
Pilot Lion Air yang Jatuh Kantongi Lebih dari 6.000 Jam Terbang
Jakarta - Penerbangan Lion Air nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang.
Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang).
"Pesawat mengangakut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi," kata Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro kepada wartawan, Senin (29/10/2018).
Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boeing 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi.
Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita
Senin, 01 Oktober 2018
Kominfo mengungkap sejumlah berita hoaks terkait bencana gempa bumi dan tsunami
Palu.-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkap sejumlah berita hoaks terkait bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
"Kami punya 70 tim verifikator untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi setiap isu yang oleh mesin pengais disinyalir sebagai hoaks," kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, Selasa (2/10/2018).
Berita hoaks itu disebarkan melalui situs web, media sosial, dan aplikasi pesan singkat. Sejumlah berita hoaks temuan Kominfo adalah sebagai berikut.
1. Wali Kota Palu Hidayat meninggal dunia akibat gempa
Usai bencana gempa dan tsunami, beredar foto Wali Kota Palu Hidayat yang dikabarkan meninggal dunia akibat gempa bumi. Sementara faktanya Wali Kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan aksi tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah.
2. Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa retak
Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa retak
Langganan:
Komentar (Atom)
Kampanye Akbar Prabowo Sandi Sebelumnya dimulai Dengan Sholat Subuh Berjemaah Di GBK
Langkat Online- Kampanye Akbar Paslon 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu...
-
Jakarta - Penerbangan Lion Air nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaa...
-
Jakarta - Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Kramatjati, Jakarta Timur, kembali merilis hasil identifikasi korban pesawat Lion Air yang ...
-
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui jika Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak. Sebelum ini terja...



