Kamis, 11 April 2019
Kampanye Akbar Prabowo Sandi Sebelumnya dimulai Dengan Sholat Subuh Berjemaah Di GBK
Langkat Online- Kampanye Akbar Paslon 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu 7 April 2019, masuk menjadi salah satu Best World Photos yang dilansir media internasional.
Media The National melansir pada 7 April lalu sederatan foto-foto dalam “World in focus – best photos for April 7, 2019, Take a look at some of the best images from around the world today“.
Salah satunya adalah foto Kampanye Akbar 02 di GBK.
Pantauan di lapangan, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berdiri di saf depan bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Shohibul Iman, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.
Sementara relawan dan simpatisan mengikuti di belakangnya. Salat subuh di lapangan SU GBK diikuti ribuan jemaah. Adapun yang bertindak selaku imam adalah Ketua Umum DPP FPI KH Shobri Lubis.
Seusai melaksanakan salat, jemaah mengumandangkan tahmid, tasbih dan takbir. kampanye akbar Prabowo-Sandiaga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ribuan relawan dan simpatisan
Selasa, 06 November 2018
17 Korban Lion Air Jatuh di Karawang Teridentifikasi
Jakarta - Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Kramatjati, Jakarta Timur, kembali merilis hasil identifikasi korban pesawat Lion Air
yang jatuh di Perairan Karawang, Senin 29 Oktober 2018 lalu. Ada
sebanyak 17 penumpang yang berhasil diketahui identitasnya pada Selasa
ini.
"Ada 17 penumpang yang dinyatakan teridentifikasi," tutur Kepala Bidang DVI Mabes Polri Kombes Lisda Cancer di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/11/2018).
17 korban Lion Air tersebut berhasil diidentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan sampel DNA.
"Total penumpang yang telah terindentifikasi sebanyak 44 orang. Dengan rincian laki-laki 33 orang, perempuan 11 orang," kata Lisda.
Sebelumnya, tim DVI Polri telah mengidentifikasi 27 jenazah korban Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610. Sebanyak 9
"Ada 17 penumpang yang dinyatakan teridentifikasi," tutur Kepala Bidang DVI Mabes Polri Kombes Lisda Cancer di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/11/2018).
17 korban Lion Air tersebut berhasil diidentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan sampel DNA.
"Total penumpang yang telah terindentifikasi sebanyak 44 orang. Dengan rincian laki-laki 33 orang, perempuan 11 orang," kata Lisda.
Sebelumnya, tim DVI Polri telah mengidentifikasi 27 jenazah korban Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610. Sebanyak 9
Lama Waktu Verifikasi Black Box
Salah satu bagian dari kotak hitam atau black box pesawat Lion Air yang jatuh di Karawang, belum ditemukan, yakni cockpit voice recorder (CVR). Tim SAR baru menemukan FDR.
KNKT mengakui sinyal yang dipancarkan CVR Lion Air tak lagi terdengar. "Sekarang pun kita sudah tak mendengar sinyalnya jadi dengan metode apa pun kita akan cari CVR itu," kata Soerjanto.
Bila Basarnas berhenti mencari, sambung dia, KNKT berusaha mencari sendiri. Soerjanto bersikeras mencari CVR karena rekaman suara di kokpit pilot penting untuk penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang itu.
KNKT mengakui sinyal yang dipancarkan CVR Lion Air tak lagi terdengar. "Sekarang pun kita sudah tak mendengar sinyalnya jadi dengan metode apa pun kita akan cari CVR itu," kata Soerjanto.
Bila Basarnas berhenti mencari, sambung dia, KNKT berusaha mencari sendiri. Soerjanto bersikeras mencari CVR karena rekaman suara di kokpit pilot penting untuk penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang itu.
Temuan Baru Lion Air Jatuh
Jakarta - Upaya mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 memasuki babak baru. Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKT) mengunduh data catatan penerbangan atau flight data recorder (FDR) pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang.
KNKT menggandeng dua tim dari Amerika Serikat dan Australia. Diperoleh data penerbangan selama 69 jam terakhir. Termasuk penerbangan saat pesawat Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkap sejumlah dugaan kecelakaan pesawat Lion Air. Dugaan sementara yang merujuk temuan baru ini diharapkan menguak penyebab pasti kecelakaan pesawat Lion Air dengan 189 korban.
Apa saja dugaan dan temuan baru terkait jatuhnya pesawat Lion Air tersebut? Simak selengkapnya Infografis berikut ini:Minggu, 28 Oktober 2018
Pilot Lion Air JT 610 Sempat Minta Kembali ke Bandara
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui jika Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak. Sebelum ini terjadi, kru pesawat sempat meminta kembali ke bandara (return to base) sebelum akhirnya hilang dari radar.
Pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA sampai saat ini telah hilang kontak selama kurang lebih 3 jam.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan Basarnas , Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610," jelas Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Sindu Rahayu dalam keterangannya, Senin (29/10/2018).
Dia menuturkan jika pesawat type B737-8 Max
20 Pegawai Kemenkeu Jadi Penumpang di Pesawat Lion Air yang Jatuh
Kasubdit Humas DJP Ani Natalia menyatakan, 12 orang pegawai tersebut berasal dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pangkal Pinang dan KPP Pratama Bangka.
"12 nama pegawai DJP yang diinfokan ada di pesawat Lion Air JT 610 adalah pegawai KPP Pratama Pangkal Pinang dan KPP Pratama Bangka," ujar dia di Jakarta, Senin (29/10/2018).
Selain dari DJP, pegawai
Kemenhub Buka Crisis Center di Bandara Soetta dan Depati Amir Pangkal Pinang
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Pramintohadi Soekarno membenarkan telah terjadi hilang kontak terhadap pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang.
Pesawat hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB pada posisi : 05 48.934 S 107 07.384 E dan Radial : 40.21 degree / 23.81 NM.
Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi. Awak pesawat terdiri dari 2 penerbang dan 5 awak kabin. PIC Capt Bhavve Suneja dan SIC Harvino.
Menurut Pramintohadi, pesawat mempunyai Certificate of registration issued 15/08/2018 expired 14/08/2021. Certificate of air worthiness issued 15/08/2018 expired 14/08/2019.
"Telah diterima informasi dari VTS Tanjung Priok atas nama bapak Suyadi, tug boat AS JAYA II (rute : Kalimantan Selatan - Marunda) melihat pesawat Lion Air diduga jatuh di sekitar Tanjung Karawang," ujar Pramintohadi, dalam keterangan
Langganan:
Komentar (Atom)
Kampanye Akbar Prabowo Sandi Sebelumnya dimulai Dengan Sholat Subuh Berjemaah Di GBK
Langkat Online- Kampanye Akbar Paslon 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu...
-
Jakarta - Penerbangan Lion Air nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaa...
-
Jakarta - Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Kramatjati, Jakarta Timur, kembali merilis hasil identifikasi korban pesawat Lion Air yang ...
-
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui jika Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak. Sebelum ini terja...





